Tanril (Tanril, #1)

Tanril (Tanril, #1)Setelah Sebelumnya Menjadi Bulan Bulanan Teman Temannya Karena Kelemahan Fisiknya, Wuan Menjadi Pendekar Yang Disegani Setelah Menjadi Murid Kurt Manjare Dan Jie Bi Shinjin, Dua Orang Pendekar Eksentrik Yang Pilih TandingKeperkasaan Wuan Membawanya Ke Dalam Pusaran Pertempuran Antara Pangeran Pertama Dan Pengeran Ketiga Untuk Memperebutkan Kekuasaan Di Tengah Berbagai Misteri Kematian Sang Raja Dan Pangeran Kedua Dengan Ilmu Yang Sudah Diturunkan Oleh Guru Gurunya, Wuan Berhasil Mengalahkan Para Jenderal Dari Pasukan Pangeran Pertama Yang Berambisi Menguasai Kerajaan Bahkan Ia Harus Menghadapi Salah Satu Gurunya SendiriIa Telah Memahami Dan Menguasai Chi Dan Telah Memperoleh Berbagai Kemenangan Dalam Pertempuran, Namun Luan, Karya Seni Mistis Yang Diciptakan Ibunya, Tetap Menjadi Misteri Yang Selalu Dikaguminya

Is a well-known author, some of his books are a fascination for readers like in the Tanril (Tanril, #1) book, this is one of the most wanted Nafta S. Meika author readers around the world.

➹ [Read] ➵ Tanril (Tanril, #1) By Nafta S. Meika ➼ – Salbutamol-ventolin-online.info
  • Soft Cover
  • 405 pages
  • Tanril (Tanril, #1)
  • Nafta S. Meika
  • Indonesian
  • 03 September 2019

10 thoughts on “Tanril (Tanril, #1)

  1. says:

    Baru kali ini aku puas setelah baca karya fikfan Indonesia Bener bener buku yang lezat dan mengenyangkan Plot ceritanya mudah buat diikutin, tapi tetep menyimpan twist twist tak terduga Karakterisasinya oke punya, setiap karakter di buku ini, baik yang utama sampai yang figuran sekalipun, punya karakter berbeda yang sangat real dan believable Tokoh antagonisnya bukan tipe orang jahat yang cuma seneng nyiksa orang atau berbuat kejahatan Mereka juga punya harga diri, punya kehormatan, punya etika Dan dialog Kucing Tua yang punya dialek khas bikin aku jatuh hati Soalnya sepanjang yang aku baca, belum ada novel fikfan lokal yang berani pake dialek di dialognya buat memberi kekhasan seorang karakter Colek Me If I m Wrong Paling keberatanku cuma, beberapa karakternya namanya rada mirip buatku Sebut aja Sulfa abdi Putri Tesla dan Sulran panglima pasukan Pangeran Pertama , dan ada yang disebut Sukla ular derik, menurut daftar istilah dan konsep di bagian belakang buku, walaupun aku nggak inget apa istilah ini muncul di dalam cerita apa nggak Terus ada Kaju murid Sulran , dan Kajuki Pangeran Ketiga Jadi rada ribet ngingetnya.Seperti yang udah kusebutin di update status, adegan perang dan pertempuran di buku ini bener bener bikin darah bergelora Taktik yang digunakan masuk akal dan logis, sehingga adu taktik dari kedua jenderal yang berhadapan sangat nikmat buat diikutin Persis kayak adu taktik di komik Legenda Naga.Adegan duelnya pun sangat memenuhi syarat buat sebuah novel silat Aku yang buta sama sekali soal silat atau kungfu atau bela diri apa pun bisa membayangkan dengan jelas jalannya duel ini.Di akhir cerita, diperkenalkan tokoh tokoh misterius yang bikin aku pengen cepet cepet baca lanjutannya Dan tentu saja foreshadowing pertempuran di Krog Naum seperti judul buku kedua bikin aku semakin penasaran, seperti apa Sulran akan menyerang kota padang pasir itu Sayangnya, buku ini tetap memiliki kelemahan, beberapa di antaranya cukup fatal, walaupun tidak mengurangi kenikmatanku membaca.1 Seperti yang udah banyak dikeluhkan pembaca lain, penulisan dialog dalam italic memang benar benar mengganggu Apalagi ditambah kenyataan kalo suara batin atau pemikiran di dalam hati, malah nggak ditulis dalam italic Parah, beneran NB Menurut yang kubaca, ini adalah murni editan dari editor, bukan dari penulis Jadi aku bakal lemparin tomat tomatku buat editor buku ini, bukan penulisnya 2 Seperti yang udah kutulis di update status juga, kesukaan pengarang untuk mengakhiri suatu kalimat dengan tanda seru, buat menekankan sesuatu itu buatku bener bener menggelikan Entah siapa yang bikin begitu, apa editor atau penulis, aku nggak tahu Tapi setiap ketemu yang begini, aku selalu geleng geleng sambil ngebatin, Nggak perlu sebegininya kali, Mas Tanpa tanda seru pun aku udah bisa ngerasain gentingnya pentingnya parahnya situasi kondisi pertempuran itu 3 Banyak typo di mana mana Mulai dari kata yang dobel dobel, huruf yang ketuker tuker, salah nama, and so on and so on and so on Mas Editor, bukannya kerjaan lu itu ngebersihin naskah dari yang beginian, ya Gimana, sih 4 Bahasa Inggris yang tiba tiba menclok di mana mana Nggak, aku bukannya ngomongin istilah arts, tapi kayak Kucing Tua yang tiba tiba ditulis jadi Old Cat, kata soldiers yang tiba tiba muncul waktu nerangin ksatria Rinvea, sampai catatan jendral Sulran di akhir buku, yang menulis Prepare dan Prepared Wih, Sulran belajar bahasa Inggris dari mana tuh Padahal kan bisa aja ditulis Bersiap dan Mempersiapkan Kurasa, estetikanya nggak akan berkurang kok walaupun pake bahasa Indonesia.Yah, mungkin ini karena seperti yang kubaca entah di mana, kalo penulisnya menulis naskah Tanril ini aslinya dalam bahasa Inggris , waktu naskah ini ditranslate ke bahasa Indonesia, masih banyak kata kata yang lepas dari pengamatan penulis.Sekali lagi Woiii, mas Editor Ini juga kerjaan lu kali 5 Daftar istilah dan konsep di belakang buku Yap, emang bener daftar istilah ini, dengan bilingual nya yang menggambarkan sejarah bangsa Telentium dari dinasti Clem ke dinasti Zirconian, menggambarkan seberapa detilnya dunia yang diciptakan pengarang Tapiii, aku nemuin kalo beberapa istilah itu nggak dijelasin di dalam cerita Secara pribadi, aku lebih suka kalo penulis menjelaskan arti suatu istilah di dalam cerita, terus menaruhnya lagi di belakang cerita, sebagai pengingat kalo kalo pembaca lupa arti istilah tersebut Tapi di Tanril ini, penulis malah baru menjelaskan sesuatu di belakang buku Aku sih nggak prefer ama metode ini.6 Masih berkaitan dengan no 5 yaitu daftar istilah dan konsep, terdapat penjelasan mengenai beberapa tarian, yang ternyata digunakan Wuan ketika menenun Ho Wuan Siang Terus terang aku sedikit kecewa waktu ngebaca keterangan ini, karena di dalam cerita, Wuan hanya digambarkan menari waktu menenun Ho Wuan Siang, tanpa dirinci secara jelas tarian apa yang ia lakukan, gerakan apa, energi apa yang ia kumpulkan, and so on Keterangan itu malah adanya di daftar istilah dan konsep Padahal, kalo penulis mau menggambarkan rangkaian tarian yang dilakukan Wuan waktu menenun Ho Wuan Siang nya, lengkap dengan penjelasan energi apa yang terkumpul dsb dsb dsb, menurutku itu bakal jadi adegan epik yang keren banget.Tapi yah, terlepas dari semua kekurangan tersebut, buatku Tanril ini menempati posisi nomor satu dalam jajaran novel fikfan Indonesia sejauh yang udah kubaca, ya Salut buat Bang Nafta DPK undur diri dulu, mau mesen buku yang keduanya buat santapan berikutnya.

  2. says:

    Cerita yang luar biasa Pantas mendapat 4 bintang Recommended untuk penggemar cerita silat karya chin yung dan khoo ping hoo Konflik dan intrik yang dibangun cukup menarik tapi tidak terlalu berbelit dan bisa diikuti tanpa membuang banyak tenaga Adegan pertempurannya mengasyikkan dan menghanyutkan imajinasi Berbagai kejutan juga muncul sebagai nilai tambah Jempol.Tapi tak ada gading yang tak retak Kekurangannya yang paling mengganggu, karena sangat jelas terlihat, pada awalnya adalah penggunaan abjad miring yang berlebihan Penulis menggunakan abjad miring tidak hanya untuk istilah non bahasa indonesia, sebagaimana digunakan secara umum, tapi juga untuk kalimat kalimat dialog, dan untuk memberi penekanan pada kalimat kalimat non dialog yang menurut penulis penting Tapi setelah beberapa lama, melihat abjad miring ini tidak terasa terlalu mengganggu lagi, mungkin karena telah terbiasa.Gangguan kedua datang dari susunan kalimat yang kadang membingungkan sehingga proses membaca jadi terhenti karena harus mikir dulu, eh bentaryang tadi itu maksudnya apa yah , ngulang dikit, baru, ohmungkin maksudnya bla..blabla Seperti pe rally yang sedang melaju dalam kecepatan tinggi tiba2 harus berhenti sebentar karena navigatornya kebingungan baca peta Dan itu nggak terjadi sekali dua kali, tapi beberapa kali sepanjang cerita pBeberapa gangguan kecil karena typo sih ada, tapi dimaklumi lahnobody s perfect.Eeeniweeekalau kekurangan kekurangan itu dikesampingkan, kisah wander ini bener bener bagus Masih banyak misteri yang belum terungkap seperti siapa itu kaum kematian, siapa itu tertua bukan tetua , siapa sebenarnya si kucing tua, siapa pula 3 serangkai aneh bin ajaib yang disebut sebut kurt manjare, apa peran para putri pangeran kedua, keputusan apa yang akan diambil pangeran ketiga, dan yang paling penting, petualangan apa lagi yang menanti Wander, the wonder boy Semoga jawabannya ada di buku buku lanjutan serial Tanril ini.

  3. says:

    Filosofi bagus Suka banget adegan si pangeran kedua.Adegan kungfu overdosis Layout pushink.No kill menjengkelkan.

  4. says:

    Layout nya mengganggu Font kecil kecil Eksploitasi elipsis dan cetak miring yang bikin pusing Style penamaan campur aduk dan bahasa asing yang nyasar, karakter yang rada rada gary stu mary sue Jujur, nih buku cacatnya banyak banget.But for once, saya menemukan novel yang cacatnya banyak banget tapi saya gak peduli Setelah sekian lama gak baca sama sekali, bisa dibilang Tanril yang ngasih saya energi buat baca lagi Novel pertama yang saya abisin setelah sekian lama, habis dalam sehari oke, gak sampe lima jam , dan isinya as the title suggests memang epik Gak bakal saya spoil di sini, tapi Tanril bener bener bacaan seru.Gantungnya juga seru w A w

  5. says:

    Ini cerita silat canggih Awalnya aku tertarik baca buku ini karena review di suatu blog yang bilang bahwa diceritanya si jagoan bisa ngalahin 100.000 tentara gile gimana ceritanya tapi setelah baca, aku aminin deh Sayang emang cetakan hurufnya kecil2, agak ngga enak dilihat, trus bab bab terakhir sepertinya di tulis terburu buru.

  6. says:

    hadiah halal bihalal tadi siang Thx to Si Unyil yang cengkok dangdutnya bikin gue gak nahan buat joget Dsiap siap, wataaaaaaaaw niruin jackie chan

  7. says:

    aku sukaaaso far

  8. says:

    Ingin kasih bintang lima tapi gak bisa karena banyak masalah editing dan inkonsistensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *